Buka Setiap Hari ! :)
Beranda » Artikel Terbaru » Cara Budidaya Tanaman Nilam Yang Benar

Cara Budidaya Tanaman Nilam Yang Benar

Diposting pada 5 October 2020 oleh setyadica

tanaman nilamTanaman nilam dalam bahasa latin disebut Patchouli merupakan salah satu tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri (minyak nilam) melalui proses distilasi (penyulingan).  Minyak nilam sangat populer di dunia karena manfaatnya yang luar biasa dan merupakan sumber devisa negara Indonesia.

Harga jual dari tanaman nilam cukup tinggi dimana minyak yang dihasilkan tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku produk-produk kecantikan dan kesehatan. Cara budidaya tanaman nilam juga relatif cukup mudah sehingga di beberapa daerah di Indonesia sudah mulai banyak yang membudidayakannya.

Sistem ekologi untuk budidaya tanaman nilam dapat dikondisikan di daerah dataran tinggi maupun di dataran rendah dengan suhu 24 sampai dengan 28 derajat celcius, curah hujan antara 2500 – 3500 mm/th, kelembaban udara lebih dari 75%, ketinggian optimal 10-400 mdpl dengan tanah yang berhumus dan subur serta penyinaran matahari yang cukup.

Jenis – Jenis Tanaman Nilam

  1. Nilam Sabun (Pogostemon Hortensis)

Nilam sabun merupakan jenis tanaman nilam yang sering dipakai sebagai bahan campuran untuk mencuci pakaian. Oleh sebab itu disebut dengan nilam sabun.

  1. Nilam Aceh (Pogostemon Cablin Benth)

Tanaman nilam jenis ini banyak terdapat di daerah Aceh dan mempunyai kandungan minyak nilam yang sangat tinggi sehingga sering banyak di budidayakan dan dibutuhkan oleh pasar.

  1. Nilam Jawa (Pogostemon Heyneanus)

Tanaman nilam ini adalah tanaman nilam yang mempunyai bunga. Tetapi karena mempunyai bunga kandungan minyak atsirinya kurang sehingga kurang laku di pasaran.

Tahap-tahap Budidaya Tanaman Nilam

Karena tanaman nilam mempunyai nilai jual tinggi, maka budidayanya harus diperhatikan dengan baik. Mulai dari pembibitan, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, penyulaman, penyiangan, pemangkasan, pengelolaan hama penyakit, masa panen dan pasca panen.

1. Pembibitan Tanaman Nilam

  • Ambil 3 -5 batang atau cabang tanaman nilam yang sudah mulai berkayu untuk dijadikan stek dengan diameter 0.8 s/d 1.0 cm, panjang antara 15 s/d 23 cm.
  • Siapkan tempat untuk menyemaikan dengan ukuran tinggi 30cm, lebar 1.5 meter, panjang sesuai kebutuhan. Lalu buatlah parit selebar 30 s/d 40 cm dengan kedalaman 50 cm.
  • Tanah tempat persemaian diolah sampai menjadi gembur dan dicampur pasir dengan tingkat perbandingan 2:1 kemudian berilah pupuk kandang matang.
  • Kemudian buatlah naungan yang menghadap ke timur dengan ketinggian 120 cm barat dan 180 cm untuk timur. Lalu letakkan alang-alang dan daun kelapa di atas para-para.
  • Usahakan jarak tanam stek sekitar 10 x 10 cm, bersudut 45 derajat dengan kedalaman 10 cm.
  • Bibit siap dipindahkan ke lapangan jika sudah berumur 3-4 minggu.

2. Pengolahan Lahan

  • Bersihkan lahan dari ilalang, semak belukar, kayu dan rumput-rumputan
  • Kemudian bajaklah atau cangkul lahan tersebut agar gembur.
  • Buatlah parit untuk pembuangan air dengan lebar 30 s/d 40 cm dengan kedalaman 50 cm.

3. Penanaman

  • Apabila tanah berbukit ikutilah garis contour 30 x 100 cm atau 50 x 100 cm
  • Jika pada tanah lipatit ukurannya adalah 75 x 75 cm
  • Pada dataran rendah dengan tanahnya yang subur ukuran 100 x 100cm, tetapi jika kandungan tanah liatnya tinggi ukurannya 50 x 100 cm.
  • Penanaman tanaman nilam dilakukan 2 cara: secara langsung dan tidak langsung

Secara Langsung: Per lubang tanam 2-3 stek secara langsung pada lahan.

Secara tidak Langsung: Per lubang tanam 1-2 stek, bibit stek diambil dari persemaian umur 3-4 minggu, pemotongan akar jika terlalu panjang agar akar tidak busuk.

4. Pemupukan

Pemupukan pada tanaman nilam dilakukan secara melingkar di sekitar ujung pangkal tanaman.

5. Penyulaman

Setelah satu bulan tanam dilakukan penyulaman dengan tujuan untuk mengganti tanaman nilam yang pertumbuhannya tidak normal dan yang rusak atau mati.

6. Penyiangan

Penyiangan dilakukan setelah tanaman nilam mencapai tinggi 20-30 cm atau kira-kira 2 bulan tanam dengan cabang bertingkat mempunyai radius 20 cm. setelah itu penyiangan dilakukan setiap 3 bulan sekali.

7. Pemangkasan

  • Pada umur 3 bulan setelah masa tanam dilakukan pemangkasan dan penjarangan. Penjarangan adalah melakukan pencabutan pada tanaman nilam yang jaraknya terlalu rapat.
  • Pada tanaman nilam yang terlalu rimbun dilakukan pemangkasan pada cabang yang menutupi cabang lainnya dengan tujuan untuk mempercepat tunas baru.

8. Pengelolaan Hama Penyakit

Macam-macam hama yang menyerang tanaman nilam:       

  • Gryllidae (Criket Pemakan Daun)
    Hama yang suka memakan daun nilam muda sehingga daun berlubang-lubang dan produksi turun. Pengendalian: membuat sanitasi lingkungan yang baik.
  • Orthoptera (Belalang)

Belalang suka memakan daun dan batang nilam, sehingga tanaman nilam menjadi gundul. Pengendalian: membuat sanitasi lingkungan yang baik.

  • Pachyzaneba stutalis (Ulat Penggulung Daun)

Ulat penggulung daun suka sekali memakan daun yang sedang tumbuh sehingga menyisakan tulang daun saja. Pengendalian: kumpulkan ulat dan musnahkan.

Macam-macam penyakit yang timbul pada tanaman nilam:

  • Penyakit Busuk Batang

Penyakit yang terjadi pada tanaman nilam disebabkan oleh jamur Fusarium sp. yang menggerogoti akar atau batang sehingga warnanya akan berubah menjadi coklat lalu menghitam sampai akhirnya mati. Pengendalian: pangkas tanaman nilam dengan tujuan untuk mengurangi kelembaban. Gunakan pestisida alami untuk menanggulagi penyakit ini tetapi apabila belum bisa mengatasi juga, gunakan pestisida kimia dengan dosis sesuai anjuran.

  • Hoprosep (Budok)

Penyakit pada tanaman nilam yang disebabkan karena virus yang mengakibatkan daun rontok, keriting dan mengeluarkan bau tidak sedap apabila dipencet. Pengendalian: membuat sanitasi lingkungan yang baik dan ala-alat kerja yang steril.

9. Masa Panen dan Pasca Panen Tanaman Nilam

  • Setelah masa tanam 6 samapai dengan 8 bulan, tanaman nilam dapat dipanen.
  • Kandungan minyak atsiri pada tanaman nilam terdapat pada daun, cabang, batang dan akar.
  • Gunakan alat yang bersih dan tajam untuk memanen tanaman nilam.
  • Saat memanen pertama kali, tinggalkan cabang-cabang tanaman nilam pada tingkat pertama, panenlah cabang-cabang dari tingkat dua keatas.
  • Rundukkan cabang-cabang pertama yang jauh dari tanah setelah panen yang pertama tetapi jangan sampai patah. Kemudian timbun tunasnya dengan tanah.
  • Tanaman nilam dapat dipanen lagi setelah panen yang kedua setelah usia tanaman 9 bulan dan akan diperoleh anakan baru dan cabang-cabang baru.
  • Panenan yang seterusnya akan sama seperti diatas sampai dengan bulan ke-12, 15, 18, 21, 24, dst
  • Setelah tanaman nilam dipanen kemudian dipotong-potong sebesar kurang lebih 3-5 cm lalu dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar air 15 % setelah itu dilakukan proses distilasi (penyulingan).

 

 

 

Bagikan informasi tentang Cara Budidaya Tanaman Nilam Yang Benar kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Budidaya Tanaman Nilam Yang Benar | Distributor Minyak Atsiri | 085715243160 (WA)

Belum ada komentar untuk Cara Budidaya Tanaman Nilam Yang Benar

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan