Buka Setiap Hari ! :)
Beranda » Artikel Terbaru » 11 Panduan Lengkap Cara Menanam Pohon Nilam

11 Panduan Lengkap Cara Menanam Pohon Nilam

Diposting pada 19 February 2021 oleh setyadica

pohon nilamPohon nilam adalah salah satu tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri melalui proses distilasi. Minyak atsiri yang dihasilkan dari pohon nilam disebut juga sebagai minyak nilam atau sering disebut patchouli dalam bahasa latin. Minyak nilam sangat terkenal di dunia internasional untuk dijadikan bahan dasar produk-produk pasaran dan merupakan salah satu komoditas eksport dari Indonesia.

Sehingga karena itulah pohon nilam mempunyai nilai jual yang tinggi di pasar internasional. Selain sebagai sumber devisa negara yang cukup besar, cara menanam nilam cukup mudah sehingga menjadikan pohon nilam banyak dibudidaya di beberapa tempat di Indonesia.     

Jenis-jenis Pohon Nilam di Indonesia

Budidaya pohon nilam di Indonesia ada 3 jenis, yaitu:

  • Pogostemon Cablin Benth

Pohon nilam jenis ini sering disebut juga dengan nama nilam Aceh. Kandungan minyak dari pohon nilam jenis ini sangat tinggi sehingga banyak yang diusahakan secara komersil karena peminat dan pasarannya luas dan banyak.

  • Pogostemon Heyneanus

Pohon nilam jenis ini sering disebut juga dengan nama nilam hutan atau nilam Jawa. Bunga yang tumbuh pada jenis nilam ini menjadikannya salah satu perbedaan dengan pohon nilam yang lain. Kandungan minyak dari jenis ini sangat rendah sehingga kurang mendapatkan peminat dan pasaran.

  • Pogostemon Hortensis

Pohon nilam jenis ini sering disebut juga dengan nama nilam sabun. Dikarenakan sering digunakan untuk mencuci pakaian, maka disebut dengan nilam sabun. Nilam jenis ini mempunyai kandungan yang tidak lebih baik dari dua jenis ilam diatas sehingga peminat di pasaran kurang banyak.

Pohon nilam merupakan tanaman yang harus diperhatikan pertumbuhannya sejak awal karena mempunyai nilai jual yang tinggi. Sedari pembibitan, pemupukan, perawatan, sampai dengan pemanenan.

Panduan cara menanam pohon nilam dengan benar:

1. Iklim

Hal pertama yang harus diperhatikan diawal sebelum memulai proses penanaman pohon nilam adalah iklim dan syarat hidup agar nilam tumbuh secara optimal. Nilam adalah jenis tanaman yang hidup di daerah dataran rendah sampai dengan ketinggian 700mdpl. Nilam tidak dapat tumbuh secara optimal jika ketinggian datarannya melebihi 700mdpl.

2. Bibit Pohon Nilam

Pertama kali menanam pohon nilam, Anda harus menyiapkan bibit nilam yang bisa didapatkan secar stek atau melalui vegetatif. Bagian cabang ataupun batang adalah bagian dari nilam yang bisa distek. Anda harus memotong cabang atau batang tersebut sepanjang 15cm sampai dengan 23cm disertai dengan mata tunasnya untuk mendapatkan bibit.

3. Proses Penyemaian

Proses penyemaian dilakukan setelah Anda mendapatkan bibit pohon nilam. Proses ini terdiri dari dua cara, yaitu cara gantung dan cara dengan menggunakan polybag.

Cara penyemaian dengan cara gantung sedikit lebih rumit daripada dengan cara menggunakan polybag. Rendam bagian dasar bibit stek pohon nilam kedalam cairan pupuk organik selama 5 menit. Kemudian angkat dan ikat lalu simpan ditempat yang sejuk.

Bibit nilam yang sudah direndam tersebut diikat selama 15 hari sampai mengeluarkan akar sebelum dipindahkan kedalam polybag. Pada proses ini, akar dari nilam tidak boleh rusak. Sehingga untuk memudahkan proses penyemaian bibit, media tanam yang ada di polybag harus dilubangi terlebih dahulu.

Cara yang kedua yaitu dengan menggunakan polybag dalam menyemai pohon nilam. Yang harus dipersiapkan pertama kali adalah pupuk kendang, sekam, pasir, tanah dan polybag yang mempunyai lubang dibawahnya. Kemudian campurkan semua media tadi secara merata dan masukkan kedalam polybag dengan perbandingan 1:1:1:1.

Setelah media tanam tadi sudah dimasukkan ke dalam polybag, tidak bisa secara langsung diisi dengan bibit nilam. Diamkan terlebih dahulu 1 sampai dengan 2 hari sebelum akhirnya dimasukkan bibit nilam. Perlu proses sekitar 2 bulan yang dibutuhkan bibit pohon nilam untuk tumbuh didalam media semai.

Tips lain untuk mendapatkan hasil yang berkualitas dari penyemaian ini adalah:

  • Stek ditanam sedalam 10cm,
  • Stek yang ditanam di polybag harus pada kemiringan 450
  • Semaian tidak boleh terkena air hujan dan sinar matahari secara langsung. Jadi Anda harus membuat naungan untuk semaian tersebut. Biasanya naungan terbuat dari alang-alang atau daun kelapa.

4. Persiapan Lahan

Lahan tanam dari pohon nilam adalah lahan yang mendapat sinar matahari secara merata tanpa ada yang menghalangi dan cukup luas. Untuk menanam nilam, berikut ini beberapa hal lain yang harus dipersiapkan terkait lahan tanam:

  • Struktur tanah dari lahan tanam harus mempunyai tanah yang gembur. Apabila tanah masih keras, harus ditraktor atau dicangkul terlebih dahulu dengan kedalaman sekitar 30cm sebelum kemudian dibalikkan.
  • Diamkan tanah yang sudah digemburkan selama 3 sampai 4 hari sebelum digunakan untuk menanam bibit pohon nilam.
  • Setelah itu buatlah bedeng-bedeng dengan aliran irigasi berada diantara bedeng untuk jalan air.
  • Lebar dari bedeng mempunyai ukuran kurang lebih 3,2 meter dengan panjang yang disesuaikan dengan lahan. Jarak aliran air antara bedeng satu dengan bedeng lainnya sekitar 30cm.
  • Kemudian buatlah lubang pada bedeng dengan diameter 12cm sampai 13cm untuk media lubang tanam bibit nilam.
  • Pada saat pembuatan lubang jarak lubang juga harus diperhatikan sesuai dengan jenis tanah tempat Anda menanam bibit pohon nilam. Anda bisa memberi jarak 100 x 100cm untuk tanah yang subur, tapi jika kandungan tanah liatnya tinggi Anda bisa memberi jarak 50 x 100cm.
  • Lalu sebagai pupuk dasar, masukkan pupuk kandang sebanyak 2 sensok makan kedalam lubang.
  • Diamkan lubang selama 2-3 hari sebelum proses penanaman, agar unsur hara didalam tanah semakin banyak.

5. Penanaman

Ada 2 proses cara untuk menanam pohon nilam, yaitu secara langsung maupun tidak langsung. Proses penanaman nilam secara langsung dilakukan tanpa melalui proses penyemaian terlebih dahulu. Jadi lubang yang sudah terisi pupuk, Anda tanamkan bibit stek nilam setelah proses pengolahan lahan sudah siap.

Proses penanaman pohon nilam yang kedua yaitu melalui proses penyemaian terlebih dahulu dengan cara memindahkan bibit nilam yang sudah siap dari tempat penyemaian dengan cara dicabut.

Anda dapat memotong akar yang dikira terlalu panjang secara manual agar akar tidak lekas membusuk sebelum ditanam. Dalam proses penanaman ini biasanya 2 sampai 3 bibit pohon nilam yang dimasukkan didalam satu lubang.

6. Pemupukan

Agar pertumbuhan pohon nilam dapat berlangsung secara maksimal dan juga menghasilkan kandungan minyak yang tinggi, maka harus dilakukan pemupukan susulan. Dalam melakukan pemupukan susulan harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:

  • Jenis pupuk yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis pohon nilam dikarenakan kandungan dari pupuk memiliki fungsi yang berbeda-beda sehingga apabila pemberian pupuknya berbeda dapat mengganggu pertumbuhan nilam. Misalnya seperti untuk merangsang pertumbuhan daun pada suatu tanaman biasanya menggunakan pupuk kandang.
  • Untuk memberikan pupuk susulan harus diseimbangkan dengan besar dan usia pohon nilam. Jangan terlalu berlebihan dalam memberikan pupuk pada nilam yang usianya masih muda sehingga pertumbuhannya dapat terganggu.
  • Untuk mendapatkan efektifitas dalam pertumbuhan nilam diperlukan penerapan waktu yang tepat. Seperti contohnya waktu pemberian pupuk susulan saat usia pada pertengahan masa tanam sedangkan pemberian pupuk dasar pada masa sebelum bibit pohon nilam ditanam.
  • Penggunaan cara yang tepat. Dikarenakan pupuk ada yang bersifat padat dan cair, cara penggunaan pupuk disesuaikan dengan sifat dari pupuk tersebut. Sebelum menggunakan pupuk carilah informasi tentang pemakaian pupuk dengan benar agar tidak salah. Dikarenakan ada beberapa jenis pupuk padat yang cara penggunaannya dengan melingkari batang tanaman dan ada yang dicampur dengan air dan penggunaannya dengan menyiramkannya ke pohon nilam.
  • Tempat penyimpanan yang tepat. Hal ini berkaitan dengan tempat penyimpanan pupuk. Jika setelah memakai pupuk masih ada sisanya, usahakan disimpan ditempat yang tepat supaya kualitas pupuk tidak mudah rusak. Simpanlah pupuk ditempat yang tidak jauh dari area tanam, kering dan teduh.

7. Penyulaman

Yang dimaksud dengan penyulaman adalah merawat nilam dengan cara mengganti pohon nilam yang mati dengan yang baru. Proses penyulaman ini sebaiknya segera dilakukan jika terdapat nilam yang sudah mati agar pertumbuhannya efektif. Pohon nilam banyak yang mati salah satunya dikarenakan pasca pemindahan dari tempat persemaian ke area lahan karena tidak bisa beradaptasi.

8. Penyiangan

Penyiangan perlu dilakukan untuk membersihkan area lahan pohon nilam dari gulma atau tanaman liar. Penyiangan nilam bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara kimiawi dan manual. Cara kimiawi yaitu dengan menyemprotkan cairan kimia untuk membunuh tanaman liar. Tetapi cara ini tidak disarankan untuk dilakukan secara permanen karena zat kimianya dapat merusak tanah. Sedangkan cara manual dengan cara mencabut gulma atau tanaman liar dari area lahan.

9. Pemangkasan

Pada saat pohon nilam sudah mulai mempunyai daun yang lebat atau saat berusia 3 bulan lakukan pemangkasan pada daun nilam pada cabang ketiga dari atas. Daun yang dipangkas adalah daun yang menutupi daun yang lain dari sinar matahari. Dikarenakan daun pohon nilam yang jarang terkena sinar matahari dikhawatirkan akan menjadi sarang hama penyakit.

10. Pengendalian Penyakit

Yang harus diperhatikan dalam melakukan pengendalian hama penyakit pada pohon nilam adalah:

  • Hama

Tungau merah, belalang dan ulat pengulung daun adalah beberapa hama yang sering menyerang pohon nilam. Untuk mengataasi hama ini bisa dilakukan dengan menyemprot pohon nilam dengan insektisida dan melakukan penyiangan tanaman liar atau gulma. Hama penyakit biasanya bersarang pada tanaman liar.  Oleh sebab itu tanaman liar atau gulma yang sudah dicabut sebaiknya dibakar saat melakukan penyiangan.

  • Budog

Penyakit pada nilam ini terjadi pada batangnya yang semakin menebal disertai daun yang mengerut. Perantara penyakit pada nilam ini adalah serangga. Sehingga harus sering-sering disemprot dengan insektisida untuk menghindari serangga yang berdiam di pohon nilam.

  • Kerusakan Akar

Nematoda adalah bakteri yang menyerang akar pohon nilam, sehingga dapat menyebabkan akar menjadi layu. Dikarenakan bakteri menyerang pada akar sehingga mengakibatkan tingkat fotosintesis menurun, stomata tertutup dan berkurangnya suplai air ke daun. Untuk mengendalikan perkembangan bakteri ini bisa dengan campuran Furadan dan Nematisida organic dengan dolomit. Selain itu memilih bibit stek pohon nilam secara selektif juga menjadi salah satu cara agar pohn nilam tidak terserang bakteri ini.

  • Penyakit Layu

Penyakit layu pada pohon nilam disebabkan oleh bakteri Ralstonia Solanacearum yang sangat merugikan bagi petani nilam. Penyakit ini menyerang nilam yang muda maupun tua yang menyebabkan kelayuan lalu mati.

Penyakit layu dapat menular antara pohon satu dengan pohon yang lain. Sehingga jika ada satu pohon nilam terkena penyakit layu maka kemungkinan akan menyerang pohon yang lain juga.

Untuk mengatasi penyakit layu pada pohon nilam dapat menggunakan obat kimiawi walaupun tidak bisa menyembuhkan secara total. Pastikan stek yang diambil sebagai bibit berasal dari indukan nilam yang sehat, Jika Anda ingin nilam terhindar dari penyakit ini.

11. Panen

Usia panen pada pohon nilam adalah sekitar 6 sampai dengan 9 bulan dimana sudah mempunyai kandungan minyak nilam yang cukup banyak. Untuk memanen nilam cukup menggunakan parang atau sabit yang tajam. Masa panen untuk nilam dapat dilakukan sebanyak 2 kali panen.

  • Panen Pertama

Pada saat pertama kali panen, pohon nilam dapat Anda pangkas cabang-cabangnya untuk mendapatkan minyaknya. Tetapi tidak semua cabang dapat dilakukan pemangkasan. Pada panenan yang pertama, cabang yang dapat dipangkas hanyalah cabang nomer 2 sampai keatas. Cabang pertama dipangkas tetapi tidak sampai putus untuk dirundukkan dengan tanah untuk menumbuhkan bibit pohon nilam yang baru.

  • Panen Kedua

Panen yang kedua kalinya terjadi saat usia pohon nilam menginjak 9 bulan. Cara memanennya sama dengan saat panen yang pertama kali. Demikian tadi panduan lengkap cara menanam nilam, semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin mencoba budidaya pohon nilam.

Hasil ekstrak dari daun nilam sangat bermanfaat untuk produk kecantikan maupun kesehatan. Kegunaan minyak nilam salah satunya sebagai cara mengatasi rambut rontok secara alami dan permanen dan manfaat untuk kesehatan yang lainnya.

 

Bagikan informasi tentang 11 Panduan Lengkap Cara Menanam Pohon Nilam kepada teman atau kerabat Anda.

11 Panduan Lengkap Cara Menanam Pohon Nilam | Distributor Minyak Atsiri | 085715243160 (WA)

Belum ada komentar untuk 11 Panduan Lengkap Cara Menanam Pohon Nilam

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan